Senin, 02 Agustus 2010

Uang Rp. 3 Jt jadi Rp. 3.000

JAKARTA, Bank Indonesia (BI) mewacanakan rencana redenominasi rupiah atau dengan kata lain pengurangan nilai pecahan rupiah tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Misalnya jika sekarang pecahan Rp 1.000 maka setelah diredenominasi pecahannya diubah menjadi Rp 1. Namun nilai dari uang tersebut tidak berkurang.

Misalnya jika sekarang gaji Anda sebagai karyawan Rp 3.000.000 per bulan maka setelah di-redenominasi maka gaji akan menjadi Rp 3.000 per bulan.

Namun gaji sebesar itu tetap bernilai sama. Misalnya untuk Rp 3.000.000 bisa membeli sebuah komputer maka setelah diredenominasi maka Rp 3.000 tetap bisa digunakan untuk membeli komputer yang sama.

Wacana itu muncul dari Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Jakarta akhir pekan lalu.

Dikonfirmasi terpisah soal itu, Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah, Senin (2/8) mengatakan nantinya redenominasi berbeda dengan sanering jaman dulu karena perlu dihindari dampak yang merugikan masyarakat.

“Redenominasi butuh waktu dan persiapan yang lama dan matang termasuk sosialisasinya dan harus betul-betul berdasarkan kebutuhan masyarakat dan ekonomi. Sehingga dirasakan manfaatnya. Sampai sekarang masih merupakan kajian riset di BI saja,” kata Difi.

Menurut dia pada banyak negara yang sukses melakukan redenominasi, hanya dilakukan pada saat inflasi dan ekspektasi inflasi stabil dan rendah karena di negara-negara tersebut, intinya adalah penyederhanaan akunting dan sistem pembayaran saja tanpa menimbulkan dampak bagi ekonomi.

“Syarat keberhasilan lainnya adalah persepsi dan pemahaman masyarakat yang mendukung didasarkan akan kebutuhan riil masyarakat,” kata dia.

Bikin Panik Pasar Namun menurut pengamat Ekonomi Moneter Ichsanuddin Noorsy, rencana redenominasi itu akan menimbulkan kepanikan di pasar finansial domestik.

“Gagasan BI untuk redenominasi rupiah akan membuat kepanikan. Mereka yang punya uang akan menukar rupiahnya ke mata uang yang relatif kuat seperti dolar AS, dolar Singapura, Euro, ataupun Yuan,” kata Noorsy.

Jika penukaran ini terjadi, lanjut Noorsy, maka BI sebenarnya akan mengguncangkan perekonomian nasional.

“Ini merupakan gagasan konyol di tengah pemerintah dan BI yang gagal menstabilkan pasar,” papar Noorsy.

Sebelumnya, BI mewacanakan redenominasi rupiah, yang meskipun diterapkan butuh waktu transisi sedikitnya lima tahun.

Menurut kalian gimana ya ... !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

http:www.saldoku.com/?id=evin